Rabu, 28 Mei 2008

Preformulasi Vial

PREFORMULASI VIAL

Epinefrin HCl ( Martindale hal 852)

Rumus Molekul : C9H13NO3 . HCl

BM : 219,7

Pemerian : serbuk kristal atau granul, putih atau praktis putih, sedikit berbau, perlahan – lahan warnanya menjadi gelap jika terpapar udara dan cahaya.

Kelarutan : sangat mudah larut dalam air, praktis tidak larut dalam alkohol, eter, dan chloroform.akan cepat mengalami perubahan warna menjadi merah dengan adanya larutan Alkalis dan larutan netral

pH : 2.2 – 5.0 ( handbook on injectable drugs hal 494 )

Stabilitas : epinefrin HCl sensitive terhadap udara dan cahaya, dimana teroksidasi menjadi warna pink. ( handbook on injectable drugs hal 494 )

Sterilisasi : autoklaf pad suhu 121º C selama 15 menit, autoklaf pad suhu 115º C selama 30 menit.

( handbook on injectable drugs hal 494 )

Kegunaan : Syok Anafilaktik dan edema

Penggunaan : Epinefrin HCl digunakan melalui injeksi Sub kutan, intramuscular, intravena, ataupun intra kardiak. injeksi intramukular lebih di utamakan. ( handbook on injectable drugs hal 494 )

OTT : Golongan anestetik umum ( misalnya kloroform, trikloroetilen, siklopropan, anestetik hidrokarbon yang mengandung halogen (halogen) dan digitalis glikosida. (Drug information 2003 hal 2688)

Dosis : Secara Intramuskular (larutan 1 : 1000)

Anak – anak usia dibawah 6 bulan : 50 µg ;

Anak – anak usia 6 bulan – 6 tahun : 120 µg ;

Anak – anak usia 6 – 12 tahun : 250 µg

Dewasa 500 µg yang diulang setiap 5 menit;

Pada pengunaan secara I. M dan subkuran juga dapat diberikan dosis kecil antara 200 – 500 µg ;

Secara I.V (1 : 10.000) dengan dosis 500 µg rata – rata pemberiannya 100 µg/menit ( 1 mL/ menit)

Penyimpanan : dalam wadah dosis tunggal atau dosis ganda, simpan ditempat yang terlindung cahaya dan tertutup rapat

Natrium bisulfit ( Hand book of pharmaceutical exipient hal.452 ).

Rumus Molekul : NaHSO3

BM : 104.07

Pemerian : serbuk kristal putih sedikit higroskopis.

Kelarutan : 1 bagian larut dalam 3,5 bagian air 20˚C, larut dalam 2 bagian air pada suhu 100˚C

Stabilitas : Jika terpapar dengan udara bentuk kristalnya akan terdisintegrasi menjadi natrium sulfit

.

Sterilisasi : autoklaf

Kegunaan : antioksidan(oral, parenteral, topikal)

OTT : bereaksi dengan obat- obat simpatomimetik , kloramfenikol, dan fenil merkuri asetat

Konsentrasi : 0,01 – 1,0 %

Penyimpanan : simpan pada tempat yang tertutup rapat dan kering, terlindung dari cahaya

Chlorobutanol ( Hand book of pharmaceutical exipient hal. 111 )

Rumus Molekul : C4H7Cl3O

BM : 177,46

Pemerian : kristal putih atau hampir tidak berwarna, bau seperti kamper, mudah menguap

Kelarutan : praktis larut dalam kloroform, eter, methanol, dan minyak yang mudah menguap; larut dalam 1 bagian etanol 95 %; larut dalam 10 bagian gliserin; larut dalam 125 bagian air.

pH : stabil pada pH 3 tapi potensi akan menurun dengan peningkatan pH

Stabilitas : dalam bentuk serbuk mudah menguap dan cepat tersublimasi

Sterilisasi : Autoklaf

Kegunaan : antimikroba ( pengawet )

OTT : tidak dapat disimpan pada vial plastik, bentonit, magnesium trisilikat, polyetilen, polihidroksietil metakrilat.

Konsentrasi : hingga 0.5 % ( b/v )

Penyimpanan : serbuknya disimpan pada tempat yang tertutup rapat dan temperatur 8 – 15º C

Na diklofenac (British Pharmacopoiea 2005 hal: 631,USP 29 hal 684, Martindale 35 hal 38, Drug Information 2003 hal: 3439-3440)

Pemerian : Serbuk putih atau agak kekuningan, serbuk kristal, higroskopik.

Kelarutan : Mudah larut dalam air, mudah larut dalam metanol, larut dalam alkohol, agak sukar larut dalam aseton.

Stabilitas : Lindungi dari kelembaban, cahaya.

Sterilisasi : Autoklaf.

Khasiat : Antiinflamasi, analgetik

Dosis : Dewasa 25mg-50 mg tiga kali sehari (Martindale 28th hal.250)

Na benzoat (Farmakope Indonesia ed. IV hal: 584, Handbook of Pharmaceutical Excipient hal: 434)

Pemerian : Granul atau serbuk hablur, putih, tidak berbau atau praktis, tidak berbau, stabil di udara

Kelarutan : Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol.

Stabilitas : Disimpan dalam wadah tertutup baik pada tempat yang sejuk dan kering.

OTT : Campuran kuartener, gelatin, garam feri, garam kalsium, dan garam logam berat, termasuk perak dan merkuri. Aktivitas pengawetnya berkurang dengan adanya interaksi dengan kaolin atau suraktan non-ionik.

Sterilisasi : Larutan dapat disterilisasi dengan autoklaf atau filtrasi

Kegunaan : Pengawet, Antimikroba

Konsentrasi : 0,5 % (pengawet sediaan parenteral)

Lidokain HCl(Drug Information 2003 hal 3090, Farmakope Indonesia IV hal 497, Martindale ed 28 hal 902)

Pemerian : Serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa sedikit pahit

Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, etanol, larut dalam kloroform dan tidak larut dalam eter

pH : 4 – 5,5 (Martindale ed 28 hal 902), 5 – 7 ( Drug Injectable & FI IV)

Stabilitas : Lidokain harus disimpan dalam suhu lebih kecil dari 40oC, lebih baik antara 15 - 30 oC, hindari penyimpanan pada pendinginan. Larutan lidokain aman terhadap asam dan hidrolisis alkali dapat dipanaskan pada autoklaf, Larutan untuk anestesi spinal harus diautoklaf pada 15 psi dan pada suhu 121 oC selama 15 menit. Larutan yang mengandung lidokain 1,5 % harus disterilisasikan lebih dari satu kali dan untuk lidokain yang mengandung lidokain 5 % disterilisasikan lebih dari satu sampai dua kali

Khasiat : Anestetik lokal

Dosis : Intravena 0,5 % (Martindale ed 28 hal 908)

OTT : Amfoterisin, sulfadiazin sodium, methohexital sodium, cefalozin sodium dan fenitoin sodium

Sterilisasi : Autoklaf

Wadah dan penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Metil paraben ( Handbook of Pharmaceutical excipients, hal 310, FI IV hal 551)

Pemerian : Hablur kecil tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau

Kelarutan : Sukar larut dalam air, larut dalam air panas

Kegunaan : Antimikroba/pengawet

Stabilitas : Larutan metil paraben stabil pada pH 3 – 6, disterilisasikan oleh otoklaf 120ºC selama 20 menit tanpa terjadi peruraian. Dalam bentuk larutan stabil pada pH 3 – 6 (terurai kurang dari 10%) untuk penyimpanan lebih dari 4 tahun

OTT : Surfaktan anionik, bentonit, magnesium trisilikat, talk, tragakan

Sterilisasi : Otoklaf

Wadah : Wadah tertutup baik ditempat yang dingin dan kering

Konsentrasi : 0,065 % - 0,25 % ( i.v)

Bobot molekul : 152,15

Rumus Struktur : C8H8O3

GENTAMISIN SULFAT (FI IV, hal. 406; FI III, hal. 266,Martindale ed 28 hal 1166)

Pemerian : Serbuk putih sampai kekuning-kuningan

Kelarutan : Larut dalam air; tidak larut dalam etanol, garam aseton, dalam kloroform, dalam eter dan dalam benzen

Khasiat : Antibiotikum

Kontraindikasi : Kehamilan (tulis buat di leaflet)

Efek samping : Gangguan vestibuler dan pendengaran, nefrotoksisitas (tulis di leaflet)

Dosis : 2 – 5 mg / kg / hari (dosis terbagi setiap 8 jam) untuk dosis parental (BNF 2007, hal. 297)

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

pH : 3,5 – 5,5

Sterilisasi : Filtrasi

Stabilitas : Stabil pada suhu 4oC dan 25oC (Martindale 2005 ed 34, hal.217)

OTT : Amfoterisin, sefalosporin, eritromisin, heparin, penisillin, Sodium bikarbonat dan sulfadiazin sodium.

NATRIUM METABISULFIT (FI IV, hal. 596; Martindale 2005 hal.1193; Excipient hal. 451)

Pemerian : Hablur putih atau serbuk hablur putih kekuningan, berbau belerang dioksida

Kelarutan : Mudah larut dalam air dan dalam gliserin, sukar larut dalam etanol

Kegunaan : Antioksidan

Konsentrasi : 0,01-1 % (Excipient ed. 2nd, hal. 451)

pH : 3,5 – 5

Stabilitas : Stabil pada suhu dibawah 40oC

Sterilisasi : Filtrasi

Metil prednisolon Na suksinat

Digunakan metil prednisolon Na suksinat karena larut dalam air (Martindale ed 28, hal. 479)

Pemerian : amorf atau serbuk warna putih, hampir putih, tidak berbau, Higroskopis.

Kelarutan : Sangat larut dalam air dan alkohol.

Stabilitas : mudah terkontaminasi oleh udara, harus terlindung dari cahaya (Martindale, hal. 479). Akan mengalami hidrolisis dan juga migrasi hasil rantai samping suksinat yang bersifat bolak – balik dari gugus hidroksi 21 menjadi 17. Selain hidrolisis dan migrasi, pada gugus asli juga terjadi reaksi degradasi metil prednisolon suksinat yang menghasilkan metil prednisolon bebas suksinat. Metil prednisolon Na suksinat stabil pada penyimpanan dalam bentuk padatan tanpa adanya air sampai saatnya direkonstitusi. (Connors, hal. 494)

Inkompabilitas : dengan berbagai macam obat tetapi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pH, konsentrasi obat, dan suhu.

Dosis : 10 – 250 mg (im atau iv) 6 kali sekali. 40 mg dengan benzil alkohol. (DI 88, hal. 1725)

Khasiat : antiinflamasi.

pH : 7-8 (injeksi)

Rute : IM

Cara sterilisasi : teknik aseptic secara radiasi (DI 88, hal. 1725) karena bersifat higrokospik dan dapat mengalami hidrolisis, serta tidak tahan pemanasan lebih dari 40oC

Teknologi Farmasi : dibuat injeksi IM dengan cara rekonstitusi

Penyimpanan : pada suhu 15o-30oC dan dibawah 40ºC

Dexamethason Na-phospat (FI IV Hal. 289, Martindale 28 hal 469)

Pemerian : Serbuk hablur, putih atau agak kuning tidak berbau atau agak berbau etanol, higroskopis.

Kelarutan : Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol, sangat sukar larut dalam dioksan, tidak larut dalam kloroform dan eter.

Incompatibel : proklorperazin edisilate/vankomisin hidroklorid

Stabilitas : Pada 4 mg/ml larutan jernih dan tidak berwarna , pada 24 mg mg/ml larutan jernih dan berwarna kuning lemah. Larutan harus dilindungi dari cahaya dan dingin. Pada keadaan lain dexamethason sodium pospat labil dipanas dan tidak dapat disterilisasi autoklaf.

Cara penggunaan : IM dan IV

pH : 6,6 – 7,8(larutan), 5-6 (suspensi)

Sterilisasi : filtrasi

Khasiat : edema serebral

Dosis : awal 10 mg diikuti 4 mg setiap 6 jam secara IM. Pemakaian dihentikan setelah 5-7 hari

Wadah : Dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya

Diphenhidramin HCl ( FI IV hal. 330, Martindale 28 hal 1311 )

Pemerian : serbuk hablur, putih, tidak berbau. Jika terkena cahaya, perlahan-lahan warnanya menjadi gelap. Larutannya praktis netral terhadap kertas lakmus P.

Kelarutan : mudah larut dalam air, dalam etanol, dan dalam kloroform, agak sukar larut dalam aseton, sangat sukar larut dalam benzen dan eter.

pH : pH dalam larutan diphenhidramin HCl dalam air 4-6 (Martindale 28th hal.1311)

Sterilisasi : Otoklaf atau Filtrasi.

Khasiat : antihistamin

Dosis : 10-50 mg (Martindale 28 th hal.1311), 1 mL-5 mL

Stabilitas : diphenhidramin HCl harus terlindung dari cahaya, di dalam ruang yang temperaturnya terjaga (Handbook On Injectable Drugs hal. 424)

Penggunaan : diphenhidramin HCl digunakan melalui injeksi intramuskular (im), disuntikkan secara perlahan dengan jalur iv atau terus-menerus/infus iv intermitten, injeksi subkutan/perisvaskular harus dihindarkan karena dapat menyebabkan iritasi

Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.

Vitamin K (FI IV hal. 673, DI 88 hal. 2120 )

Pemerian : Cairan sangat kental, jernih, kuning sampai kuning sawo, tidak berbau atau praktis tidak berbau, mempunyai bobot jenis lebih kurang 0,967, stabil diudara, tetapi terurai oleh cahaya matahari.

Kelarutan : Tidak larut dalam air, larut dalam etanol mutlak, dalam benzena, dalam kloroform dalam eter dan dalam minyak nabati, sukar larut dalam etanol.

Stabilitas : stabil pada panas dan tekanan seperti pada otoklaf, harus terlindungi dari cahaya setiap saat.

Sterilisasi : otoklaf

pH : 3,5 – 7

Khasiat : Hypoprothrombinemia, pendarahan yang disebabkan oleh difesiensi vitamin K.

Dosis : 5 - 10 mg.

OTT : Kumarin dan turunan indadion

Wadah dan Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.

Propil Paraben (FI IV hal 713, eksipien hal 411)

Pemerian : serbuk putih atau hablur kecil, tidak berwarna.

Kelarutan : sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan dalam eter, sukar larut dalam air mendidih, mudah larut dalam propilen glikol.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.

OTT : aktvitas antimikroba berkurang dengan adanya surfaktan nonionis.

Stabilitas : Propil paraben pada pH 3-6 dapat disterilkan dengan otoklaf tanpa mengalami peruraian, stabil pada suhu kamar selama empat tahun lebih.

Konsentrasi : 0,005% - 0,2%

Sterilisasi : otoklaf

Kegunaan : antimikroba (pengawet)

Oleum Sesami (eksipien 2nd hal 420 – 421)

Pemerian : jernih berwarna kuning pucat, berbau aromatis, tidak berasa.

Kelarutan : tidak larut dalam air, praktis tidak larut dalam etanol 95%, sukar larut dalam karbon disulfida, kloroform, eter heksana dan petroleum eter.

Sterilisasi : filtrasi atau kering panas (oven)

Stabilitas : lebih stabil dari minyak yang lain dan tidak mudah teroksidasi.

OTT : dengan alkali hidrosida.

Kegunaan : Pelarut

Wadah dan Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat.

Teknik : aseptik

Phenobarbital (Luminal)

(FI IV hal 659,DI 88 hal 1227)

Pemerian : Hablur kecil atau serbuk hablur tidak berkilat, tidak berbau, tidak berasa, dapat terjadi polimorfisme.

Kelarutan : Sangat sukar larut dalam air, larut dalam etanol, dalam eter, dalam propilen glikol dan dalam larutan alkali karbonat, agak sukar larut dalam kloroform.

Stabilitas : Stabil dalm propilen glikol, terjadi pengendapan dalam larutan asam.

Khasiat : Hipnotik-sedativa dan antikonvulsan

pH : 8,5 - 10,5

Dosis : 100-320 mg untuk dewasa

16-100 mg untuk anak-anak

Rute pemberian : i.v.

Vitamin B1 (Tiamin hidroklorida)

(FI IV hal 784, DI 88 hal 2102)

Pemerian : hablur atau serbuk hablur, putih; bau khas lemah. Jika bentuk anhidrat terpapar udara dengan cepat menyerap air lebih kurang 4 %. Melebur pada suhu lebih kurang 248° C disertai peruraian.

Kelarutan : mudah larut dalam air; larut dalam gliserin; sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam eter dan dalam benzena.

Wadah & penyimpanan: dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.

Stabilitas : lindungi dari cahaya dan simpan pada suhu kurang dari 40º C, sebaiknya disimpan pada suhu antara 15-30 ºC.

Khasiat : vitamin neurotropik.

Dosis : 5-100 mg untuk 3 kali sehari (DI 88 hal 2103)

Sterilisasi : filtrasi

Cara penggunaan : Intramuskular

OTT : alkali dan larutan penetral, dan dengan pengoksidasi dan pereduksi.

pH : 2,5-4,5

Vitamin B6 (Piridoksin hidroklorida)

(FI IV hal 723, DI 88 hal 2099)

Pemerian : hablur atau serbuk hablur putih atau hampir putih.

Kelarutan : mudah larut dalam air; sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam eter.

Wadah & penyimpanan: dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.

Stabilitas : stabil di udara dan secara perlahan-lahan dipengaruhi oleh cahaya matahari.

Khasiat : vitamin neurotropik

Dosis : 50-150 mg/hari (Martindale 28th Ed, hal 1643)

Sterilisasi : otoklaf

Cara penggunaan : IM, IV, subkutan

pH : 2-3,8 (Martindale 28th Ed., hal: 1643)

OTT : larutan alkali, garam besi, zat pengoksidasi

Vitamin B12 (Sianokobalamin)

(FI IV hal 264, DI 88 hal 2104)

Pemerian : hablur atau amorf merah tua atau serbuk hablur merah.

Kelarutan : agak sukar larut dalam air; larut dalam etanol; tidak larut dalam aseton, dalam kloroform dan dalam eter.

Wadah & penyimpanan: dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.

Stabilitas : bentuk anhidrat sanagt higroskopik. Jika terpapar pada udara, menyerap air lebih kurang 12%. Stabil pada larutan netral tetapi dalam larutan basa dan asam kuat akan terdekomposisi secara perlahan.

Khasiat : vitamin neurotropik.

Dosis : 50-150 µg/ hari

Sterilisasi : otoklaf

Cara penggunaan : intra muskular

OTT : dengan bahan pengoksidasi atau pereduksi dan dengan garam dari logam berat.

pH : 4,5-7,0 (Martindale 30th Ed., hal: 1055)

Asam benzoate

(Excipient hal 32)

Pemerian : hablur bentuk jarum atau sisik, putih; sedikit berbau, biasanya bau benzaldehid atau benzoin.

Kelarutan : sukar larut dalam air; mudah larut dalam etanol, dalam kloroform dan dalam eter.

Wadah & penyimpanan : dalam wadah tertutup baik.

Stabilitas : agak mudah menguap pada suhu hangat, mudah menguap dalam uap air.

Fungsi : antimikroba

Konsentrasi : 0,17% (Handbook of pharmaceutical excipients 2nd hal.32)

Sterilisasi : otoklaf

OTT : alkali atau logam berat.

pH : <5

Cara penggunaan : IM atau IV

Asam askorbat

(Handbook of pharmaceutical excipients hal 15, Martindale 28th hal 1654)

Pemerian : hablur atau serbuk putih atau agak kuning. Oleh pengaruh cahaya lambat laun akan menjadi berwarna gelap. Dalam keadaan kering stabil di udara, dalam larutan cepat teroksidasi. Melebur pada suhu lebih kurang 190° C.

Kelarutan : mudah larut dalam air; agak sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam kloroform.

Wadah & penyimpanan: dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.

Stabilitas : dalam bentuk serbuk asam askorbat relatif stabil dalam udara. Tidak stabil dalam larutan alkali.

Fungsi : antioksidan

Konsentrasi : 0,01-0,1%

(Handbook of pharmaceutical excipients, hal.15)

Sterilisasi : otoklaf

OTT : aminofilin, bleomisin sulfat, eritromisin laktobionat, natrium bikarbonat

pH : 2,1-2,6

EDTA

(Excipient hal 176)

Pemerian : serbuk kristal warna putih

Kelarutan : 1:500 dalam air

Wadah & penyimpanan: dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.

Stabilitas : stabil dalam bentuk padat, bentuk garam lebih stabil daripada asam bebas.

Fungsi : chelating agent.

Konsentrasi : 0,005-0,1%

(Handbook of pharmaceutical excipients, hal.32).

Sterilisasi : otoklaf.

OTT : dengan zat pengoksidasi kuat dan basa kuat.

Asam klorida

(FI IV hal 49)

Pemerian : cairan tidak berwarna; berasap; bau merangsang. Jika diencerkan dengan 2 bagian air, asap hilang.bobot jenis kurang 1,8

Wadah & penyimpanan : wadah tertutup rapat.

Stabilitas : bersifat korosif.

Fungsi : sebagai campuran dapar.

OTT : dengan basa, alkali karbonat, denga garam perak dan garam merkuri( Martindale hala 783)

Natrium asetat

( FI IV halaman 1181)

Pemerian : kristal tidak berwarna atau serbuk kristal putih; tidak berbau atau sedikit berbau asam asetat.

Kelarutan : 1 bagian dalam 0,8 bagian air; 1 bagian dalam 19 bagian alkohol; praktis tidak larut dalam kloroform dan eter.

Wadah & penyimpanan: dalam wadah kedap udara.

Fungsi : sebagai ampuran dapar.

Sterilisasi : Otoklaf

Phenobarbital Na

(FI IV hal.660 ; Martindale 28 hal.811)

Pemerian : hablur berlapis atau hablur berbentuk granul, putih atau sebuk putih; higroskopis; tidak berbau; rasa pahit. Larutan bersifat basa terhadap fenolftalein dan terurai bila dibiarkan.

Kelarutan : sangat mudah larut dalam air; larut dalam etanol; praktis tidak larut dalam kloroform.

Stabilitas : lebih larut dalam iar, dan dalam alkolhol;pratis larut dalam air dan alcohol.

OTT : sepaloridin, sepazolin sodium, klindamisin fosfat dan pentazocine laktat.

Sterilisasi : otoklaf

Khasiat : sedatif

Dosis : 100-200 mg, sehari maksimal 600 mg.

Ph : 9- 10,5

Penyimpanan : simpan di temapt terutup

THIAMFENIKOL GLYSINATE HCl

(Martindale ed 28 hal.1223, FI IV hal 787)

Pemerian : serbuk hablur atau hablur putih sampai putih kekuningan, tak berbau. Larutan dalam etanol mutlak memutar bidang polarisasi ke kanan; larutan dalam DMF memutar bidang polarisasi ke kiri.

Kelarutan : sukar larut dalam air, dalam eter dan dalam etil asetat; agak sukar larut dalam etanol mutlak dan dalam metanol; mudah larut dalam asetonitril dan dalam dimetilformamida; sangat mudah larut dalam dimetilastemida.

Stabilitas : tidak stabil terhadap kelembaban dan cahaya.

Dosis : dosis injeksi yang digunakan yaitu dosis equivalen terhadap kloramfenikol. Dosis seperti kloramfenikol dan dosis kloramfenikol untuk injeksi adalah 100 mg/ml.

Khasiat : antibiotik untuk terapi pengobatan meningitis

pH : 3 – 4,5

OTT : potasium,hidrokortison sodium suksinat.

Sterilisasi : radiasi sinar gamma

Tramadol HCl

( Martindale edisi 28 hal 1029)

Pemerian : kristal putih

Kelarutan : Mudah larut dalam air.

Stabilitas : Terlindung dari cahaya

OTT : Diazepam, diclofenac sodium, indometacin, midazolam, piroxicam, fenilbutazon, dan lisin aspirin.

Khasiat : Sebagai analgesik

Dosis : 50 mg - 100 mg dua kali sehari 1 ml

Sterilisasi : Autoklaf

Wadah : Wadah tertutup rapat

pH : 5,4

Rute : iv dan im

Benzalkonium Klorida

(Handbook of Excipients hlm 33 – 34)dan Matindale 28 hal 549.

Pemerian : Serbuk amorf berwarna putih atau putih kekuningan, memiliki bau dan rasa khas.

Kelarutan : Praktis tidak larut dalam eter, sangat mudah larut dalam aseton, etanol (95 %), methanol, propanol dan air.

Stabilitas : Benzalkonium klorida bersifat higroskopis dan tidak stabil terhadap cahaya, udara dan logam.

OTT : oksidasi agent, dan asam kuat,sabun dan surfaktan anionik,sitrat, iodidanitrat pemanganat,salisialat, garam perak, tartrat dan alkalis.

Konsentrasi : 0,01 – 0,02 %

Kegunaan : Pengawet anti mikroba

Penyimpanan : Tempat terlindung dari cahaya, hindari kontak dengan logam

Sterilisasi : Autoclaf dan dengan filtrasi.

Warfarinum Natricum

(FI IV hal 831, DI hal 734 )

Pemerian : Bentuk amorf atu serbuk hablur; warna putih; tidak berbau; rasa agak pahit. Warna hilang oleh pengaruh cahaya.

Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air; mudah larut dalam etanol; sangat sukar larut dalam kloroform dan eter.

Stabilitas : Warfarin Natrium warnanya terurai oleh cahaya. Warfarin Na dalam bentuk larutan akan terurai setelah 4 jam.

OTT : Dengan warfarin sodium. Injeksi Sianokobalamin dengan dekstrosa tidak boleh menggunakan warfarin sodium.

Khasiat : Anti Koagulan

Dosis : 10-15 mg (2 – 5 hari) [DI 88 hal.734]

pH : 7,2 – 8,3

Rute pemberian : intramuskular dan intavena

Sterilisasi : Sterilisasi akhir dengan autoklaf [DI 88 hal.734]

Wadah : Wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.

Tidak ada komentar: